Ketika membicarakan kisah inspiratif di ranah usaha lokal Kalimantan Selatan, nama Faridah Lubis selalu menjadi perbincangan menarik. Wanita tangguh asal Banjarmasin ini berhasil membangun sebuah toko oleh-oleh yang menjadi destinasi favorit wisatawan maupun masyarakat lokal. Kisah sukses Faridah Lubis tidak hanya menunjukkan kegigihan dalam berusaha, tetapi juga bagaimana kreativitas dan kepercayaan menjalankan bisnis mampu membawa perubahan besar dalam kehidupan.
Faridah Lubis adalah sosok yang sederhana. Lahir dan besar di Banjarmasin, ia tumbuh dalam keluarga yang hidup pas-pasan. Sejak kecil, Faridah sudah membantu orangtuanya berjualan jajanan tradisional di lingkungan sekitar rumah mereka. Dari pengalaman itu, ia memahami dinamika berjualan dan pentingnya membangun hubungan baik dengan pelanggan.
Pada tahun 2008, Faridah mengalami masa sulit saat suaminya kehilangan pekerjaan. Tekanan ekonomi mendorong Faridah untuk mengambil langkah berani: membuka toko kecil di halaman rumahnya yang menjual aneka makanan khas Banjarmasin seperti amplang, kue-kue kering, dan barang oleh-oleh khas Kalimantan Selatan lainnya.
Toko yang diberi nama “Toko Oleh” menarik banyak perhatian karena menawarkan produk lokal berkualitas dan harga yang bersaing. Tidak hanya amplang dan kue khas, Faridah juga menawarkan produk kerajinan tangan, batik khas Banjar, hingga makanan ringan yang jarang ditemukan di tempat lain.
Keunggulan toko milik Faridah adalah keaslian dan konsistensi rasa dari produk yang dijual. Ia selalu memprioritaskan kualitas bahan baku dan menjaga cita rasa agar tetap autentik. Tidak sedikit pelanggan yang memuji toko tersebut karena selalu update dengan produk-produk baru yang unik dan menarik.
Tidak semua berjalan mulus. Faridah pernah mengalami penurunan omzet karena persaingan yang semakin ketat serta masa pandemi Covid-19 yang memukul usaha oleh-oleh. Namun ia tidak menyerah. Faridah beradaptasi dengan mengoptimalkan penjualan online dan menyediakan layanan antar langsung ke rumah pelanggan di Banjarmasin. Perlahan, omzet toko kembali bangkit.
Tantangan dalam pengadaan bahan baku juga sering muncul, terutama menghadapi para produsen yang menaikkan harga. Faridah memilih untuk membangun relasi baik agar harga tetap stabil dan kualitas terjaga.
Berkat kerja keras dan inovasi, Toko Oleh milik Faridah Lubis kini dikenal luas di Banjarmasin dan sekitarnya. Toko ini menjadi tempat utama bagi banyak wisatawan untuk mencari kenang-kenangan khas Kalimantan Selatan. Faridah juga sering diundang dalam seminar wirausaha lokal, membagikan tips sukses berbisnis oleh-oleh.
Pada tahun 2022, Faridah mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kota Banjarmasin sebagai pelaku UMKM inspiratif. Keberhasilannya bukan semata-mata tentang omzet, tetapi juga tentang pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Banyak pengrajin lokal yang omzetnya ikut naik karena bisa memasarkan produknya di toko Faridah.
Dalam banyak kesempatan, Faridah selalu mengingatkan pentingnya kejujuran dan kegigihan dalam berbisnis. Ia tidak pernah malu untuk belajar dan terus berinovasi meski usianya sudah kepala lima.
Faridah juga mendorong generasi muda untuk mencoba berwirausaha dan tidak takut gagal. Menurutnya, kegagalan adalah bagian dari proses menuju sukses. Ia percaya bahwa bisnis oleh-oleh memiliki potensi besar di Kalimantan Selatan bila dikelola dengan baik.
Toko Oleh telah menjadi pusat ekonomi kecil di lingkungan Faridah. Ia rutin membuka pelatihan pembuatan kue tradisional bagi ibu-ibu rumah tangga, agar mereka bisa berkontribusi pada toko dan mendapatkan penghasilan tambahan.
Tidak hanya berusaha untuk diri sendiri, Faridah membuktikan bahwa usaha kecil bisa membawa dampak besar bagi komunitas. Toko Oleh kini menjadi bagian integral dari perjalanan wisata di Banjarmasin, sekaligus membantu promosi budaya dan ragam kuliner khas Kalimantan Selatan.
Kisah Faridah Lubis adalah bukti bahwa kegigihan, inovasi, dan kepercayaan pada kualitas produk dapat mengantarkan seseorang menuju sukses, sekaligus membawa perubahan sosial bagi komunitas sekitar. Toko Oleh yang ia bangun bukan sekadar tempat membeli barang, tetapi juga pusat inspirasi, pemberdayaan, dan pelestarian budaya lokal yang patut diteladani. Kisah ini sangat relevan bagi siapa saja yang ingin memulai usaha di bidang oleh-oleh dan membangun usaha dari nol dengan spirit optimisme.
Dengan semangat pantang menyerah, Faridah Lubis mengukir prestasi sebagai pelaku UMKM yang mewarnai dunia oleh-oleh di Banjarmasin. Ia menginspirasi banyak orang bahwa usaha kecil pun bisa memberi dampak besar. Kisah suksesnya menjadi motivasi tak hanya bagi warga Banjarmasin, tetapi untuk seluruh pelaku usaha di Indonesia.