Kota Banjarmasin di Kalimantan Selatan dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan di Pulau Kalimantan. Di balik ramainya aktivitas ekonomi dan perdagangan, terdapat banyak kisah inspiratif dari para pelaku usaha. Salah satunya adalah Yani Marlina, pendiri dan pemilik Toko Yani yang telah berhasil membangun usahanya dari nol hingga menjadi salah satu toko yang dikenal luas di Kota Banjarmasin.
Yani Marlina berasal dari keluarga sederhana. Sejak kecil, ia telah terbiasa membantu orangtuanya berjualan di pasar tradisional. Pengalamannya bertahun-tahun di pasar membuatnya mengenal dunia usaha dan memahami kebutuhan masyarakat sekitar. Namun, Yani tidak langsung memiliki toko sendiri. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia memulai usahanya dengan berjualan aneka kebutuhan rumah tangga di gerobak kecil di depan rumahnya.
Dalam kondisi terbatas, Yani tidak menyerah. Setiap keuntungan yang didapat, ia tabung dan gunakan untuk menambah stok barang dagangan. Modal yang meningkat perlahan-lahan digunakan untuk memperluas usaha, hingga akhirnya ia bisa menyewa sebuah tempat kecil di kawasan Pasar Lima, Banjarmasin.
Pada tahun 2007, setelah tujuh tahun berjualan secara berpindah-pindah, Yani memberanikan diri membuka Toko Yani. Di awal, toko ini hanya menyediakan kebutuhan harian seperti beras, gula, minyak goreng, dan beberapa bahan kue. Banjarmasin yang dikenal sebagai kota perdagangan membuat toko Yani cepat dikenal, terutama karena barang dagangan yang selalu fresh dan harga yang bersaing. Pelayanan Yani yang ramah membuat banyak pelanggan memilih berbelanja di Toko Yani.
“Saya selalu yakin, pelayanan yang baik akan membawa pelanggan kembali,” ujar Yani saat mengenang masa awal berdirinya toko.
Usahanya terus berkembang berkat inovasi yang dilakukan. Yani memperhatikan trend kebutuhan rumah tangga dan selalu mencari produk baru yang diminati masyarakat. Ia juga mulai merambah ke produk-produk lokal Kalimantan, seperti aneka jajanan pasar dan makanan khas Banjar. Hal ini membuat Toko Yani tidak hanya melayani kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi tempat untuk mendapatkan produk khas daerah.
Strategi pemasaran juga dilakukan Yani dengan memanfaatkan media sosial. Ia memposting produk dan mengumumkan promo menarik di akun Facebook serta Instagram Toko Yani. Dengan demikian, jangkauan pelanggan semakin luas, bahkan ada yang berasal dari luar kota tinggal di Banjarmasin.
Tidak mudah menjalankan usaha di tengah persaingan yang ketat dan perubahan pola belanja masyarakat. Yani menghadapi berbagai tantangan, seperti naiknya harga bahan pokok, persaingan dengan toko modern, hingga efek pandemi COVID-19. Namun, Yani tetap optimis dan beradaptasi. Ia mulai menyediakan layanan pesan antar, serta membuka toko online sederhana untuk pelanggan yang ingin berbelanja dari rumah.
Selain itu, Yani memanfaatkan aplikasi pembayaran digital agar transaksi semakin mudah. Pelanggan dapat membayar dengan QRIS dan transfer bank, sehingga tidak hanya mengandalkan uang tunai. Yani juga aktif menghadiri pelatihan UMKM yang diselenggarakan pemerintah dan komunitas, agar mampu berinovasi serta menjalin relasi dengan pelaku usaha lain.
Kesuksesan Yani Marlina tidak hanya datang dari keuletan dan kegigihan, tetapi juga dari filosofi hidup yang ia terapkan. Ia selalu mementingkan kejujuran dalam berjualan dan tidak pernah menipu pelanggan. Selain itu, Yani selalu menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar, termasuk sesama pedagang. Ia percaya bahwa saling membantu akan memudahkan rezeki.
Toko Yani juga dikenal dengan suasana yang ramah. Setiap pelanggan yang datang disambut dengan senyuman dan diberikan layanan terbaik. Tidak jarang, Yani memberikan barang bonus atau diskon khusus untuk pelanggan tetap. Hal ini membuat Toko Yani selalu ramai pengunjung, terutama saat akhir pekan dan hari raya.
Tidak hanya sukses dalam menjalankan usaha, Yani juga berkontribusi pada lingkungan sekitar. Ia memberikan pekerjaan kepada beberapa warga lokal sebagai pegawai toko maupun kurir. Di bulan Ramadan, Yani rutin berbagi paket sembako kepada warga kurang mampu di sekitar toko. Aktivitas sosial ini membuat usahanya semakin dicintai masyarakat.
Kisah sukses Yani Marlina menjadi inspirasi bagi banyak perempuan di Banjarmasin dan Kalimantan Selatan. Ia membuktikan bahwa perempuan juga bisa berwirausaha dan sukses dengan keuletan serta inovasi. Banyak pelaku usaha kecil yang datang ke Toko Yani untuk belajar, meminta tips, dan berkonsultasi tentang dunia usaha.
Pada tahun 2023, Toko Yani mendapat penghargaan dari Pemerintah Kota Banjarmasin sebagai salah satu UMKM terinovatif. Tidak hanya itu, Yani juga sering diundang sebagai narasumber pelatihan UMKM dan motivasi wirausaha. Pengakuan ini semakin memotivasi Yani untuk terus berkembang dan memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat.
Di sisi lain, Yani Marlina terus mengajak generasi muda untuk menjalani usaha dengan semangat dan kejujuran. Ia percaya bahwa dengan pendidikan dan kemauan, siapapun bisa memulai usaha dari nol, seperti dirinya dulu.
Yani Marlina berharap Toko Yani dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya. Ia berpesan agar setiap orang tidak takut untuk menjalani usaha, meskipun dengan modal kecil. “Yang penting tekun, sabar, dan selalu jujur. Insya Allah, rezeki akan datang pada waktunya,” pesan Yani kepada para calon wirausaha.
Melalui kisahnya, Yani Marlina membuktikan bahwa usaha yang tulus dan penuh dedikasi dapat mengubah kehidupan. Toko Yani kini menjadi simbol tekad dan semangat wirausaha di Kota Banjarmasin.
Kisah Yani Marlina dan Toko Yani di Banjarmasin adalah bukti nyata bagaimana usaha kecil bisa berkembang menjadi usaha yang besar dan memberi dampak positif bagi lingkungan. Semoga kisah sukses ini menginspirasi banyak orang untuk tidak menyerah dalam membangun usaha dan senantiasa berkontribusi kepada masyarakat.