Kota Banjarmasin di Kalimantan Selatan terkenal dengan tradisi kulinernya yang kaya, salah satunya adalah ragam kue basah. Di balik setiap rasa yang lezat dan aroma yang menggoda, ada kisah inspiratif dari orang-orang daerah yang berjuang memajukan usaha kuliner mereka. Salah satunya adalah kisah Umi Kalsum, pendiri usaha Kue Basah Umi yang kini menjadi favorit masyarakat Banjarmasin dan sekitarnya.
Umi Kalsum lahir dan dibesarkan di pinggiran Kota Banjarmasin. Berasal dari keluarga sederhana, sejak kecil ia sudah terbiasa membantu ibunya membuat kue untuk dijual di pasar. Keterampilan mengolah bahan-bahan tradisional, seperti kelapa, tepung, dan gula, diwariskan turun-temurun dari neneknya. Namun, keadaan ekonomi keluarga membuat Umi Kalsum harus memutar otak untuk ikut menambah penghasilan.
Pada tahun 2003, di usia yang masih muda, Umi memutuskan membuka usaha kecil-kecilan di halaman rumahnya. Ia mulai membuat kue basah seperti apam, lupis, kue lapis, dan nagasari, dengan resep keluarga dan sentuhan modern agar tampilannya lebih menarik. Modal awal yang digunakan hanya berupa peralatan dapur dan bahan-bahan seadanya, namun semangatnya untuk maju tidak pernah surut.
Perjalanan Umi Kalsum tidak selalu mulus. Pada mulanya, ia menghadapi banyak tantangan seperti keterbatasan modal, pemasaran yang sulit, dan persaingan dengan pedagang lain di pasar. Saat itu, ia hanya menjual kue basah pada tetangga dan menitipkan di warung sekitar. Pembeli masih sedikit dan hasil penjualan sering kali hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Namun Umi tidak putus asa. Ia mulai memanfaatkan teknologi sederhana dengan membuat brosur dan memanfaatkan telepon genggam untuk menerima pesanan secara daring. Ia juga belajar cara pembukuan dan pencatatan stok agar lebih rapih. Perlahan tapi pasti, Kue Basah Umi mulai dikenal oleh masyarakat sekitar karena kualitas rasanya yang khas dan harga yang terjangkau.
Seiring waktu, Umi Kalsum terus berinovasi. Ia memperkenalkan beberapa varian baru, misalnya kue basah dengan isi durian, pandan, atau bahkan dengan topping keju di atasnya untuk menarik perhatian anak-anak muda. Selain itu, ia mengadaptasi kemasan yang lebih higienis dan menarik untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Usaha Umi tidak terlepas dari dukungan keluarga. Suami dan anak-anaknya ikut membantu dalam produksi dan distribusi kue. Mereka juga mendukung Umi untuk terus belajar, bahkan mendaftarkan dirinya ke beberapa pelatihan kewirausahaan yang diadakan oleh pihak pemerintah dan komunitas UMKM.
Komunitas lokal di Banjarmasin turut membantu usaha Umi semakin berkembang. Lewat kegiatan bazar, festival kuliner, dan pelatihan keterampilan, Umi Kalsum bisa mengenalkan produknya ke lebih banyak orang dan berjejaring dengan pelaku usaha lain. Kue Basah Umi menjadi salah satu brand lokal yang diakui dan sering mendapat penghargaan di tingkat kota.
Hingga saat ini, Kue Basah Umi telah memiliki lebih dari 20 ragam kue basah, dari apam hingga pisang hijau dan wajik. Produksi per hari mencapai puluhan kilogram dan telah melayani permintaan dari Banjarmasin, Banjarbaru, hingga Martapura. Konsumen setia berasal dari berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, pelajar, hingga pegawai kantor.
Dalam satu hari, Umi Kalsum bisa mengolah hingga 400 kue basah dengan berbagai rasa dan bentuk. Kue-kue ini dijual di pasar tradisional, toko kue, dan bahkan dikirimkan ke luar kota berkat sistem pre-order yang ia terapkan.
Rahasia suksesnya adalah konsistensi dalam menjaga rasa, kualitas, dan pelayanan. Umi selalu memastikan bahan-bahan yang digunakan adalah yang segar dan berkualitas.
Kisah Umi Kalsum telah menjadi inspirasi bagi banyak wanita di Banjarmasin, khususnya ibu rumah tangga yang ingin berwirausaha. Ia kerap diundang menjadi pembicara di acara UMKM dan pelatihan kewirausahaan untuk berbagi pengalaman. Selain itu, Kue Basah Umi pernah meraih beberapa penghargaan, seperti:
Bagi Umi, keberhasilan tidak semata soal materi, tetapi juga tentang kecintaan terhadap budaya kuliner lokal dan komitmen memberi yang terbaik kepada pelanggan.
Di balik kesuksesannya, Umi Kalsum berharap semakin banyak pelaku usaha di Banjarmasin berani memajukan produk lokal. Ia yakin bahwa kue basah tradisional bisa bersaing dengan produk modern jika terus dijaga resep, kualitas, dan inovasinya. Umi juga berpesan kepada generasi muda agar tidak malu menjadi wirausaha sejak dini dan belajar dari pengalaman orang-orang sekitar.
Kini, Kue Basah Umi bukan hanya bisnis keluarga, tetapi juga simbol semangat dan ketekunan dalam menghadapi kehidupan. Umi Kalsum membuktikan bahwa dengan tekad, inovasi, dan kerja keras, setiap tantangan bisa dihadapi dan mimpi bisa diraih.
Kisah Umi Kalsum dan Kue Basah Umi di Banjarmasin adalah contoh nyata bahwa keberhasilan bukan hanya milik mereka yang punya modal besar, namun juga milik mereka yang memiliki hati dan semangat pantang menyerah.