Kisah Nurlina Hasanah bermula dari kecintaannya pada dunia kuliner, terutama roti dan kue sejak usia muda. Berasal dari keluarga sederhana di Banjarmasin, ia mengenal oven dan mixer dari ibundanya yang sering membuat jajanan pasar. Namun, semangat berwirausaha tumbuh dalam dirinya saat duduk di bangku SMA. Melihat peluang usaha di kota yang ramai, ia mencoba peruntungan dengan memproduksi roti secara manual di dapur rumahnya.
Modal awalnya sangat terbatas, hanya dari tabungan pribadi dan sedikit bantuan keluarga. Dengan tekad kuat dan keinginan untuk mandiri secara finansial, Nurlina memberanikan diri membuka usaha kecil. Pada tahun 2007, ia mulai memperkenalkan "Nuri Bakery", nama yang terinspirasi dari julukan masa kecilnya, Nuri.
Tantangan terbesar di awal usahanya adalah menemukan resep roti yang pas. Nurlina bereksperimen dengan berbagai bahan, adonan, dan teknik memanggang. Ia banyak belajar dari buku resep dan pelatihan singkat, sekaligus meminta kritik dari teman dan pelanggan pertama. Bermodal kepercayaan, ia berani memasarkan produknya ke tetangga, warung kecil, dan bahkan sekolah-sekolah di sekitar Banjarmasin.
Setelah beberapa bulan, roti buatan Nurlina mulai mendapat perhatian. Tekstur yang lembut, rasa khas, dan harga terjangkau membuat Nuri Bakery semakin dikenal. Ia pun memberanikan diri memperluas pasar ke toko-toko dan restoran lokal.
Kota Banjarmasin sebagai ibu kota Kalimantan Selatan menawarkan peluang besar bagi bisnis makanan. Namun, persaingan cukup ketat, terutama dari produsen roti lain dan bakery yang sudah lama berdiri. Nurlina Hasanah sadar bahwa inovasi adalah kunci untuk bertahan. Ia mengembangkan varian baru: roti isi abon, roti cokelat, dan cake ulang tahun custom dengan desain menarik.
Salah satu terobosan penting adalah penggunaan bahan lokal, misalnya gula aren dari Hulu Sungai dan telur ayam kampung. Selain menonjolkan cita rasa unik Kalimantan Selatan, langkah ini juga mendukung petani dan produsen lokal. Strategi ini membawa Nuri Bakery menjadi bakery favorit masyarakat setempat, terutama pada momen Hari Raya dan resepsi keluarga.
Dalam perjalanan bisnisnya, Nurlina tidak selalu berada di atas. Tantangan seperti kenaikan harga bahan baku, persaingan yang makin ketat, dan pandemi COVID-19 sempat membuat usaha Nuri Bakery terancam. Penjualan menurun drastis, terutama karena pembatasan sosial. Namun, semangat Nurlina dan timnya tidak surut.
Ia segera beradaptasi dengan memaksimalkan pemasaran online. Melalui media sosial dan aplikasi pesan antar makanan, Nuri Bakery tetap dapat menjangkau pelanggan. Inovasi dalam pengemasan dan promosi diskon menjadi kunci bertahan di masa krisis tersebut.
Usaha keras dan keuletan Nurlina Hasanah mulai membuahkan hasil. Pada tahun 2019, Nuri Bakery meraih penghargaan sebagai "UKM Kreatif" di Kalimantan Selatan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Penghargaan ini membuka peluang kerjasama dengan supermarket besar dan jaringan distribusi ke luar kota, seperti Martapura, Banjarbaru, dan Balikpapan.
Selain itu, Nurlina aktif berbagi ilmu dan pengalaman melalui pelatihan UMKM dan seminar kewirausahaan. Ia menjadi inspirasi bagi perempuan Banjarmasin yang ingin mandiri dan berkarya di dunia bisnis makanan.
Terdapat beberapa faktor kunci yang mendasari keberhasilan Nuri Bakery di Banjarmasin:
Usaha Nuri Bakery tidak hanya berdampak pada finansial pribadi Nurlina Hasanah. Usaha ini telah membuka lapangan kerja bagi puluhan warga sekitar, terutama ibu rumah tangga dan lulusan SMK, yang dilatih khusus dalam produksi roti dan pengelolaan usaha. Selain itu, Nuri Bakery terlibat dalam kegiatan sosial seperti bagi-bagi roti gratis di panti asuhan dan kegiatan donasi saat bencana banjir Banjarmasin.
Model bisnis Nurlina memperkuat ekosistem UMKM lokal yang saling mendukung dan menumbuhkan semangat wirausaha di kalangan generasi muda Kalimantan Selatan.
Nurlina Hasanah memiliki visi mengembangkan Nuri Bakery menjadi merek nasional yang mewakili cita rasa Kalimantan Selatan. Ia terus berinovasi dengan menghadirkan roti berbahan alami, menu sehat, dan produk premium yang bisa dinikmati masyarakat dari Sabang sampai Merauke.
Selain ekspansi bisnis, Nurlina bermimpi membangun sekolah khusus pastry di Banjarmasin agar lebih banyak anak lokal dapat meraih sukses di bidang bakery dan culinary. Ia percaya bahwa mimpi besar bisa diraih asal ada usaha, doa, dan kerja keras tanpa henti.
Kisah sukses Nurlina Hasanah dengan Nuri Bakery menunjukkan bahwa ketekunan, kreativitas, dan keberanian mengambil peluang sangat penting dalam merintis usaha. Dengan semangat berbagi dan membangun komunitas, Nurlina berharap semakin banyak pengusaha muda di Banjarmasin dan Kalimantan Selatan yang mampu meraih sukses, memberikan manfaat bagi masyarakat, dan membawa nama daerah ke kancah nasional.
Untuk siapapun yang ingin memulai bisnis, Nurlina berpesan: "Jangan takut gagal, karena setiap kegagalan adalah pelajaran berharga untuk meraih keberhasilan."