Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dikenal sebagai kota seribu sungai. Namun dalam beberapa tahun terakhir, daerah ini juga semakin dikenal sebagai pusat perkembangan bisnis fashion muslimah di Kalimantan, terutama dalam hal inovasi dan keberanian para pengusaha muda. Salah satu kisah inspiratif yang muncul dari kota ini adalah Nayla Putri, pendiri sekaligus pemilik brand Jilbab Nayla. Perjalanan Nayla dalam membangun bisnis hijab bukan hanya menjadi sebuah cerita sukses, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak entrepreneur muda dan wanita di Indonesia.
Kisah Nayla Putri dimulai dari sebuah tekad untuk membuktikan bahwa perempuan muda bisa sukses dengan dedikasi dan inovasi. Pada tahun 2018, Nayla, yang kala itu masih kuliah di Universitas Lambung Mangkurat, melihat peluang dari meningkatnya tren hijab modern di kalangan anak muda Banjarmasin. Namun yang membuat Nayla berbeda adalah gagasannya untuk memadukan desain kreatif yang tetap syar’i namun tetap fashionable dan nyaman dipakai di iklim tropis Kalimantan.
Dengan modal tabungan dan bantuan keluarga, Nayla mulai memproduksi jilbab sederhana, lalu menjualnya lewat media sosial seperti Instagram. Awalnya, penjualannya hanya sekitar 10-20 jilbab per bulan. Namun respons positif dari teman-teman dan pelanggan membuat Nayla semakin serius dan memperluas variannya, mulai dari jilbab segiempat, pashmina, hingga khimar instan. Inovasi bahan, motif dan teknik pemasaran unik yang didorong Nayla Putri menjadi kekuatan utama Jilbab Nayla.
Salah satu kunci sukses Nayla adalah memahami kebutuhan pasar lokal dan mengintegrasikan tren global. Jilbab Nayla menyediakan corak yang khas Kalimantan, dengan motif batik Banjar dan warna pastel yang digemari anak muda. Nayla Putri juga giat mengikuti bazar bisnis lokal, serta berkolaborasi dengan influencer Banjarmasin untuk meningkatkan exposure brand-nya.
Kerja keras Nayla dalam membangun komunitas online melalui Instagram dan WhatsApp menjadi penting. Setiap hari ia aktif membuat konten edukasi tentang hijab, tips mix and match, dan cerita inspiratif seputar muslimah muda. Dengan lebih dari 50 ribu followers dalam waktu tiga tahun, Jilbab Nayla berhasil membangun loyalitas pelanggan sehingga pemasaran mulut ke mulut makin kuat.
Dalam perjalanan bisnisnya, Nayla Putri tidak lepas dari berbagai tantangan. Di awal pandemi COVID-19, penjualan sempat menurun drastis karena pelanggan lebih fokus pada kebutuhan primer. Namun Nayla beradaptasi dengan mengembangkan mask hijab, yakni masker kain yang menyatu dengan hijab sehingga tetap stylish namun aman digunakan. Inovasi ini mendapat respons positif dari pasar Banjarmasin dan sekitarnya.
Selain itu, Nayla menghadapi tantangan dalam distribusi karena lokasi Kalimantan yang jauh dari pusat tekstil di Jawa. Ia mengatasi dengan menjalin kerjasama dengan distributor kain lokal serta memperkuat jaringan reseller di berbagai kabupaten di Kalimantan Selatan. Komitmen Nayla untuk mengutamakan kualitas tanpa kompromi menjadi alasan konsumen setia pada produk Jilbab Nayla, meskipun harga kadang di atas rata-rata pasar.
Tidak hanya tantangan bisnis, Nayla juga harus menghadapi stigma sosial bahwa perempuan muda sulit sukses di bidang entrepreneur. Ia terus membuktikan bahwa kerja keras dan kepercayaan diri dapat mengubah persepsi tersebut, terutama kepada generasi muda perempuan di Banjarmasin.
Kesuksesan Nayla Putri tidak hanya memberikan keuntungan bagi dirinya sendiri, tetapi juga berdampak besar bagi komunitas sekitar. Nayla aktif memberikan pelatihan gratis bagi ibu-ibu rumah tangga tentang cara berjualan jilbab secara online, serta membuka lapangan kerja bagi pemuda lokal sebagai staf produksi, admin media sosial maupun kurir pengiriman.
Dalam beberapa tahun, Nayla berhasil meningkatkan perekonomian keluarga dari hasil penjualan jilbab. Ia juga menjadi motivator di berbagai seminar kewirausahaan dan talkshow di kampus, mendorong perempuan berani memulai bisnis. Nayla percaya, pekerjaan dan bisnis yang dilakukan dengan niat baik bisa menjadi amal jariyah.
Jilbab Nayla mulai dikenal di luar Banjarmasin, dan menjangkau pelanggan hingga Martapura, Batulicin, serta berbagai daerah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Nayla Putri membuktikan bahwa produk lokal bisa bersaing bahkan dengan brand nasional, berkat inovasi dan pemasaran digital yang efektif.
Dengan pencapaian yang diraih, Nayla Putri memiliki visi memperluas Jilbab Nayla menjadi brand nasional. Ia ingin menghadirkan koleksi hijab yang ramah lingkungan, dengan bahan-bahan lokal yang mendukung kelestarian alam Kalimantan. Nayla juga bercita-cita membangun pusat pelatihan bisnis bagi perempuan dan remaja di Banjarmasin.
Nayla Putri mengajak generasi muda untuk tidak takut mencoba. Berkat kerja keras, semangat, dan dukungan komunitas, ia membuktikan bahwa peluang sukses terbuka lebar bahkan dari kota kecil seperti Banjarmasin. Kisah Nayla dan Jilbab Nayla menjadi inspirasi bahwa kemandirian perempuan dan inovasi lokal adalah kekuatan besar bagi kemajuan Kalimantan Selatan.
Kini Jilbab Nayla menjadi salah satu brand fashion muslimah terkemuka di Kalimantan Selatan, serta menjadi bukti nyata betapa kreativitas, ketekunan, dan keberanian dapat menghasilkan perubahan besar. Kisah Nayla Putri adalah motivasi bagi setiap individu yang bermimpi, bahwa apapun tantangannya, selalu ada jalan menuju kesuksesan.