Di balik kemajuan industri kreatif di Kota Banjarmasin, terdapat satu nama yang telah memberi inspirasi dan contoh nyata bagi banyak pelaku usaha mikro: Leliana, pemilik dan pendiri Leli Shoes. Usaha ini telah berkembang menjadi salah satu brand sepatu lokal yang terkenal di Kalimantan Selatan, menarik perhatian berkat inovasi, kualitas, dan kisah inspiratif di balik layar.
Leliana, perempuan muda asal Banjarmasin, tidak pernah membayangkan dirinya akan sukses di dunia usaha sepatu. Semuanya bermula dari kebutuhan sehari-hari yang sederhana: Leliana kesulitan menemukan sepatu yang nyaman, tahan lama, dan gaya untuk dipakai ke kantor. Setelah berkali-kali kecewa membeli sepatu yang cepat rusak, ia mulai mencari solusi dengan mendesain dan membuat sepatu sendiri.
Sekitar tahun 2015, Leliana mulai serius mempelajari teknik pembuatan sepatu secara autodidak, dibantu oleh tukang sepatu lokal. Ia memanfaatkan jejaring sosial untuk membagikan hasil karyanya, dan ternyata banyak teman serta kerabat yang tertarik membeli sepatu buatannya. Dari sinilah usaha Leli Shoes lahir.
Memulai usaha di kota kecil seperti Banjarmasin bukanlah hal yang mudah. Budaya konsumsi masyarakat yang masih mempercayai produk luar negeri menjadi salah satu tantangan berat. Leliana harus berjuang meyakinkan pasar bahwa produk sepatu lokal tidak kalah kualitas dan desain.
Selain itu, modal adalah masalah utama. Awalnya, Leliana memulai semuanya dengan modal tabungan pribadi dan bantuan keluarga. Ia juga kesulitan mendapatkan bahan baku kulit dan akses ke supplier yang terpercaya.
"Saya memulai dengan kepercayaan diri dan keberanian. Setiap tantangan saya jadikan pelajaran untuk ke depan," ujar Leliana tentang proses awalnya.
Keberanian Leliana dalam berinovasi menjadi kunci utama kesuksesan Leli Shoes. Ia tidak hanya menawarkan sepatu wanita dan pria dengan desain eksklusif, tetapi juga memberikan pilihan custom sehingga pelanggan bisa memesan sesuai keinginan, baik dari bahan, warna, hingga ukuran.
Untuk memperkuat brand, Leliana aktif membagikan proses pembuatan sepatu melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook. Dalam waktu kurang dari tiga tahun, Leli Shoes mulai dikenal oleh masyarakat Banjarmasin dan sekitarnya. Bahkan, pelanggan dari Palangkaraya, Balikpapan, Samarinda mulai berdatangan melalui pesanan online.
Keempat inovasi ini membuat Leli Shoes berbeda dengan merek-merek lainnya di Kalimantan Selatan.
Leliana tidak hanya berfokus pada keuntungan semata. Ia juga mengajak para pengrajin sepatu lokal Banjarmasin bergabung dalam tim produksinya, memberikan pelatihan teknik terbaru, bahkan membantu anggota tim yang ingin memulai usaha sendiri.
Model bisnis kolaboratif ini memberi dampak positif bagi ekonomi lokal. Banyak pengrajin yang sebelumnya kurang diperhatikan, kini mendapat akses pasar dan belajar memanfaatkan teknologi digital.
Leli Shoes telah membuka lapangan kerja bagi puluhan orang di Banjarmasin. Mereka yang bergabung berasal dari beragam latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, lulusan SMK, hingga pensiunan tukang sepatu tradisional.
Leliana juga aktif dalam kegiatan sosial: membagikan sepatu gratis untuk anak-anak kurang mampu, mendukung program pelatihan kewirausahaan di sekolah, dan memberi motivasi melalui seminar UMKM.
"Bisnis ini bukan hanya soal uang, tapi tentang memberi manfaat dan memberdayakan orang lain," kata Leliana dalam sebuah seminar.
Setelah sukses di Kalimantan Selatan, Leliana mulai merambah pasar nasional. Ia mengikuti pameran produk UMKM di Jakarta dan Bandung, serta memasukkan produknya ke berbagai marketplace besar. Respon yang didapat sangat positif. Banyak pelanggan yang memuji kualitas, kenyamanan, dan harga yang kompetitif dari Leli Shoes.
Kini beberapa produk Leli Shoes sudah berhasil menembus pasar luar pulau, dengan penjualan ke Jawa, Sulawesi, dan bahkan Bali. Leliana menggunakan strategi pemasaran digital dengan influencer lokal, bekerja sama dengan content creator, serta memperkuat branding melalui packaging yang menarik.
Dalam beberapa tahun terakhir, Leli Shoes juga mulai mendapat permintaan dari konsumen luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura, melalui penjualan online.
Dalam wawancara dengan media lokal, Leliana menyebutkan beberapa prinsip utama yang selalu ia pegang:
Prinsip-prinsip tersebut menjadi fondasi utama bisnis Leli Shoes yang hingga kini tetap bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat.
Kisah sukses Leliana dan Leli Shoes menjadi inspirasi nyata bagi banyak pelaku usaha di Banjarmasin dan Kalimantan Selatan. Ia membuktikan bahwa dengan tekad, kerja keras, dan inovasi, produk lokal bisa berkembang, bahkan bersaing dengan brand nasional dan internasional.
Leliana juga aktif membagikan pengalamannya melalui sesi mentoring, pelatihan, dan media sosial, sehingga banyak generasi muda yang berani bermimpi untuk membangun bisnis mereka sendiri. Ia percaya bahwa masa depan industri kreatif lokal sangat bergantung pada keberanian, inovasi, dan kolaborasi.
Leli Shoes merupakan bukti bahwa produk lokal bukan hanya soal harga, tetapi nilai, cerita, dan dampak sosial yang dihadirkan bagi masyarakat.
Kesuksesan Leliana dan Leli Shoes adalah perjalanan panjang yang penuh tantangan, tetapi kini menghasilkan kemajuan yang nyata bagi industri kreatif di Banjarmasin. Kisah ini adalah contoh nyata bagaimana UMKM lokal dapat berkembang jika didukung oleh inovasi, ketekunan, dan semangat berbagi. Melalui Leli Shoes, Leliana telah menunjukkan bahwa sepatu buatan tangan dari Kalimantan Selatan bukan hanya layak dipakai, tetapi juga layak dibanggakan.