Di jantung Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, terdapat sebuah usaha katering yang telah menjadi inspirasi bagi banyak wanita dan pelaku usaha kuliner. Katering Fitria, yang dikembangkan oleh Lailatul Fitriah, menjadi bukti bahwa ketekunan, keberanian, dan inovasi dapat mengubah mimpi menjadi kenyataan.
Katering Fitria bermula dari kebutuhan sederhana dalam menyediakan makanan bagi keluarga dan tetangga pada acara-acara kecil. Lailatul Fitriah, yang akrab dipanggil Bu Laila, awalnya hanya memasak untuk pesta ulang tahun dan arisan di lingkungannya. Saat melihat antusiasme dan pujian dari para tamu, Bu Laila mulai menerima pesanan katering rumahan secara lebih luas.
Berbekal resep turun-temurun khas Banjar seperti Soto Banjar, Ayam Haban, dan jajanan tradisional, ia mencoba menawarkan jasa katering ke berbagai acara. Tak disangka, pesanan terus berdatangan, mulai dari hajatan, syukuran, hingga acara kantor. Di sinilah Katering Fitria resmi berdiri sebagai usaha mikro yang terus berkembang.
Perjalanan sukses Bu Laila tidak berjalan mulus. Ia harus menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan modal, peralatan memasak, dan SDM. Untuk memenuhi permintaan yang meningkat, Bu Laila harus berinvestasi dalam membeli alat masak baru, meningkatkan kapasitas, serta merekrut beberapa ibu rumah tangga sekitar untuk membantu produksi.
Tantangan utama adalah memastikan kualitas dan konsistensi rasa pada setiap hidangan. Bu Laila tidak pernah kompromi soal kualitas. Ia selalu memastikan bahan baku segar langsung dari pasar, meracik bumbu sendiri, serta menjaga kebersihan dapur sehingga hidangan yang sampai ke pelanggan tetap higienis dan lezat.
Salah satu strategi utama Bu Laila adalah mendengarkan kebutuhan pelanggan. Ia menyediakan paket katering yang bisa disesuaikan dengan budget dan menu yang diminta. Tak hanya menu tradisional Banjar, Katering Fitria juga menawarkan menu nasional seperti nasi kuning, nasi box, snack, hingga tumpeng untuk event perusahaan.
Dengan memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan WhatsApp, Bu Laila aktif mempromosikan usahanya. Foto-foto makanan dan testimoni pelanggan dipajang untuk menarik minat konsumen baru. Ia juga rutin berpartisipasi dalam bazar kuliner di Banjarmasin, memperkenalkan produk katering dengan sistem “open box testing” agar pelanggan dapat merasakan langsung kualitas makanan.
Selain itu, Katering Fitria menerapkan prinsip pelayanan prima. Respons cepat, sistem pemesanan mudah, serta pengantaran tepat waktu menjadi keunggulan yang ditawarkan. Tidak jarang Bu Laila sendiri turun tangan ke lokasi pengantaran untuk memastikan pesanan diterima dengan baik.
Setelah lebih dari satu dekade beroperasi, Katering Fitria kini menjadi salah satu katering pilihan utama di Banjarmasin untuk acara keluarga, pesta pernikahan, dan event perusahaan. Usahanya juga memberikan dampak sosial nyata di lingkungan sekitar.
Bu Laila rutin merekrut ibu-ibu rumah tangga, membantu mereka mendapatkan penghasilan tambahan sekaligus meningkatkan skill memasak dan manajemen dapur. Usaha ini juga menginspirasi banyak wanita di Banjarmasin untuk berani memulai bisnis sendiri, memanfaatkan keahlian dan potensi yang dimiliki.
Tidak hanya mengejar keuntungan, Bu Laila sering mengadakan program sosial seperti menyediakan makanan gratis untuk anak yatim dan berbagi makanan saat bulan Ramadan. Ia percaya berbagi rezeki adalah bagian penting dari perjalanan suksesnya.
Dalam banyak kesempatan, Bu Laila sering membagikan kiat sukses bagi mereka yang ingin berkecimpung di dunia katering atau UMKM makanan:
Menurut Bu Laila, keberhasilan bukan semata-mata dari besar omset atau modal, melainkan dari ketekunan, kerja keras, serta kemauan belajar dan memperbaiki kesalahan. Setiap kegagalan adalah pelajaran berharga untuk membangun fondasi bisnis yang kuat.
Dalam masa pandemi COVID-19, usaha katering menghadapi tantangan berat. Banyak acara dibatalkan dan permintaan menurun. Tidak ingin menyerah, Bu Laila berinovasi dengan menawarkan paket makanan sehat untuk keluarga, dan melayani pesanan antar makanan harian. Melalui promosi online dan kerja sama dengan platform pemesanan makanan, Katering Fitria tetap bertahan dan bahkan memperoleh pelanggan baru.
Adaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen, seperti menyediakan makanan bebas sentuhan (contactless), serta menyesuaikan menu menjadi lebih sehat dan praktis, menjadi langkah strategis yang diambil Bu Laila. Pandemi menjadi ajang pembuktian ketahanan dan kreativitas dalam berbisnis.
Beberapa keunggulan yang membuat Katering Fitria tetap diminati hingga saat ini antara lain:
Menu favorit seperti Soto Banjar, Ketupat Kandangan, dan jajanan pasar selalu menjadi primadona setiap catering. Inovasi menu internasional dan snack modern juga menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda.
Banyak pelanggan yang memberikan testimoni positif:
“Saya memilih Katering Fitria untuk acara lamaran anak saya. Makanan lezat, pelayanan cepat, dan Bu Laila sangat membantu menyesuaikan menu.” - Siti, pelanggan dari Banjarmasin.
“Acara kantor berjalan lancar berkat katering dari Bu Laila. Rasa Soto Banjar-nya tidak ada duanya!” - Jumanah, staf kantor swasta.
Testimoni lain menyebutkan bahwa katering ini selalu menjadi pilihan utama karena kualitas dan kepercayaan yang terjaga selama bertahun-tahun.
Bu Laila berharap usahanya dapat berkembang lebih besar dan membuka lapangan kerja lebih luas. Ia berencana meningkatkan kualitas SDM dengan pelatihan memasak dan manajemen usaha, serta menjangkau konsumen di luar Banjarmasin.
Dengan jiwa kewirausahaan yang kuat dan semangat berbagi, Bu Laila ingin membuktikan bahwa usaha kuliner lokal berpotensi menjadi usaha nasional, bahkan internasional. Ia ingin Katering Fitria dikenal sebagai pionir katering Banjar yang menghadirkan makanan lezat, sehat, dan penuh nilai kebersamaan.
Kisah Lailatul Fitriah dan Katering Fitria di Banjarmasin merupakan cerminan perjuangan, inovasi, serta dampak positif dari UMKM kuliner. Dari dapur rumah sederhana, Bu Laila berhasil membangun usaha yang bukan hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat sekitar.
Keberhasilan ini menginspirasi banyak orang bahwa impian dapat diwujudkan asalkan disertai niat baik, ketekunan, dan inovasi. Katering Fitria menjadi bukti bahwa kuliner lokal memiliki potensi besar bila dikelola dengan strategi yang tepat.
Katering Fitria dan Bu Laila akan terus melangkah, menghadirkan cita rasa khas Banjar ke hati masyarakat, serta mengukir kisah sukses yang abadi di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.