Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa perjalanan Jenny Susanti dalam dunia kuliner, khususnya kue dan pastry, bermula dari kegemarannya memasak sejak kecil di rumah orang tuanya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Jenny, anak kedua dari tiga bersaudara, tumbuh dalam lingkungan keluarga sederhana, namun penuh kreativitas dan kegigihan. Ibunya seorang pembuat kue rumahan yang sering menerima pesanan dari tetangga sekitar. Hal inilah yang menumbuhkan kecintaan Jenny terhadap dunia kuliner.
Awalnya, Jenny sekadar membantu sang ibu mencampur bahan dan menghias kue. Kegigihan Jenny dalam belajar dan bereksperimen membuatnya mengenal berbagai teknik pembuatan kue dari resep-resep tradisional hingga modern. Pengalaman di dapur rumah tersebut yang menjadi fondasi awal Jenny mengembangkan kemampuan memasaknya.
Setelah menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas, Jenny memberanikan diri membuka usaha kecil-kecilan, berbekal ilmu dan resep yang sudah dipelajari dari sang ibu. Ia mulai dengan menawarkan kue tradisional khas Banjarmasin seperti kue lapis, kue bingka, dan kue apam, tetapi dengan sedikit inovasi pada rasa dan tampilan agar menarik bagi generasi muda.
Seiring berjalannya waktu, pesanan kue Jenny semakin bertambah. Mulai dari tetangga, teman, hingga instansi atau perusahaan lokal. Jenny dibantu suaminya, mulai memikirkan cara agar bisnis ini berkembang lebih luas dan profesional. Pada tahun 2014, Jenny memutuskan untuk menyewa sebuah ruko kecil di Jalan A. Yani, Banjarmasin, dan membuka Toko Kue Jenny.
Dalam toko tersebut, Jenny menyediakan berbagai macam kue dan pastry, baik tradisional maupun modern. Menu favorit pelanggan antara lain:
Salah satu strategi yang digunakan oleh Jenny adalah mengutamakan kualitas bahan baku. Jenny selalu memilih bahan lokal segar, seperti telur dari peternak sekitar, tepung dari produsen lokal, serta gula aren asli hasil olahan masyarakat Kalimantan Selatan. Selain itu, Jenny juga memperhatikan kemasan produk agar terlihat menarik dan higienis.
Jenny tidak pernah berhenti berinovasi, baik dari sisi resep maupun pemasaran. Ia mengembangkan beberapa kue fusion yang menggabungkan cita rasa lokal dengan sentuhan modern. Misalnya, bingka pandan dengan topping keju mozzarella, serta brownies kukus dengan saus durian.
Jenny menyadari pentingnya dunia digital untuk mendukung bisnis kuliner. Ia aktif memasarkan produk melalui Instagram, Facebook, dan WhatsApp. Setiap kali membuat kue baru, Jenny membagikan proses dan hasil akhir di media sosial, sehingga memicu rasa penasaran masyarakat Banjarmasin dan sekitarnya. Dengan bantuan sosial media, pesanan kue bisa datang dari luar kota bahkan luar provinsi.
Toko Kue Jenny juga meluncurkan website dan aplikasi pemesanan, sehingga pelanggan dapat dengan mudah memilih produk, menentukan tanggal pengambilan, hingga melakukan pembayaran secara digital. Hal ini membuat Jenny semakin dikenal sebagai pelaku usaha kuliner yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Tidak semua berjalan mulus. Pada masa pandemi COVID-19 tahun 2020, bisnis Toko Kue Jenny sempat terkena dampak. Penjualan menurun drastis, sementara biaya operasional tetap harus ditutupi. Jenny tidak menyerah, ia segera mengalihkan penjualan secara online dan menawarkan jasa pengiriman langsung ke rumah pelanggan.
Berkat kecepatan Jenny dalam beradaptasi, penjualan kembali meningkat. Ia juga memanfaatkan kesempatan untuk memproduksi kue sehat dari bahan alami, mengikuti tren makanan sehat selama pandemi. Kue-kue tanpa gula tambahan dan gluten-free menjadi produk favorit baru di Toko Kue Jenny.
Jenny sangat peduli terhadap masyarakat sekitar. Ia sering membagikan kue gratis kepada anak-anak panti asuhan, mengadakan pelatihan membuat kue untuk ibu rumah tangga, dan memberdayakan pekerja lokal. Banyak alumni dari pelatihan Jenny yang kini memiliki usaha kue sendiri.
Selain itu, Jenny aktif mengikuti festival kuliner dan bazar di Banjarmasin. Prestasi yang pernah diraih antara lain:
Kini, Toko Kue Jenny bukan hanya sekadar toko kue biasa, tetapi menjadi ikon kuliner di Banjarmasin. Pengunjung dari luar kota selalu menyempatkan mampir dan mencoba kue spesial Jenny, bahkan membawa pulang sebagai oleh-oleh khas Kalimantan Selatan.
Jenny Susanti sukses membawa nilai dan tradisi kuliner lokal ke tingkat yang lebih tinggi, tanpa melupakan akar budaya dan cita rasa otentik Banjarmasin. Dengan mengedepankan kualitas, inovasi, dan kepedulian terhadap komunitas, Jenny menjadi panutan bagi banyak pelaku usaha kuliner di Kalimantan.
Jenny Susanti terus bermimpi untuk mengembangkan usahanya lebih luas. Ia berencana membuka cabang di kota-kota lain di Kalimantan dan menyediakan kelas belajar membuat kue secara online bagi masyarakat dari seluruh Indonesia. Jenny yakin, jika bisnis dikelola dengan niat baik dan inovasi tanpa henti, jalan menuju sukses selalu terbuka.
Kisah sukses Jenny Susanti dan Toko Kue Jenny adalah bukti nyata bahwa impian dan usaha keras dapat mengubah kehidupan. Dari dapur sederhana di rumah, Jenny berhasil membawa kue khas Banjarmasin menjadi kebanggaan dan tujuan wisata kuliner. Semoga kisah Jenny menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk memulai usaha, berinovasi, dan tidak menyerah terhadap tantangan.
Jenny selalu mengingatkan bahwa kunci sukses adalah bekerja keras, berani berinovasi, dan memberikan yang terbaik untuk pelanggan. Ia juga berpesan agar setiap usaha dimulai dari hal kecil, karena langkah kecil yang dijalani dengan penuh ketekunan pasti akan memberikan perubahan besar.