Di tengah tantangan ekonomi yang kerap menghimpit masyarakat Kalimantan Selatan, sosok H. Sabeni muncul sebagai inspirasi nyata bagaimana ketekunan dan visi bisnis yang kuat dapat mengubah nasib seseorang. Sabeni Bakery, kini telah menjadi salah satu usaha roti dan kue paling terkenal di wilayah tersebut, namun perjalanannya tidaklah mudah.
H. Sabeni memulai usahanya pada tahun 1985 dengan modal yang sangat terbatas. Sebagai seorang pemuda yang hanya lulusan SD, ia tidak memiliki keahlian khusus dalam pembuatan roti. Namun, tekadnya untuk mandiri dan memberi kehidupan yang lebih baik bagi keluarga mendorongnya untuk terus belajar dan berusaha.
"Saya tidak pernah malu untuk belajar. Bahkan dari nol pun saya mulai, yang penting ada tekad dan niat yang tulus," ungkap H. Sabeni kepada sebuah media lokal mengenai awal perjalanan bisnisnya.
Awalnya, H. Sabeni hanya memproduksi roti sederhana dengan peralatan seadanya di dapur rumahnya yang berukuran sempit. Ia harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persaingan dengan produsen roti yang sudah lebih dulu ada, sulitnya mendapatkan bahan baku berkualitas, hingga kendala pemasaran.
Kualitas produk menjadi fokus utama H. Sabeni. Ia menyadari bahwa untuk bertahan dan berkembang, produknya harus memiliki kualitas yang dapat membedakan dari pesaing. Daya kreasi dan inovasi terus ia kembangkan, meskipun dengan pengetahuan terbatas yang dimilikinya.
Ketekunan H. Sabeni mulai membuahkan hasil. Roti buatannya mulai dikenal masyarakat sekitar karena memiliki rasa yang enak dan tekstur yang istimewa. Mulai dari tetangga terdekat hingga pelanggan dari kecamatan lain mulai datang membeli roti produksinya.
Sabeni Bakery mulai membuka cabang pertama di kecamatan tetangga dengan merekrut dua karyawan.
Memperluas jangkauan distribusi dengan mengirim produk ke beberapa pasar tradisional di Banjarmasin.
Krisis ekonomi tidak menyurutkan semangat H. Sabeni. Justru pada masa sulit ini, Sabeni Bakery mengembangkan varian produk yang lebih terjangkau namun tetap berkualitas.
Memiliki 10 outlet di berbagai kota di Kalimantan Selatan dengan lebih dari 50 karyawan.
Mendapatkan penghargaan sebagai Pelaku UMKM Teladan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Keberhasilan Sabeni Bakery tidak lepas dari filosofi bisnis yang dipegang teguh oleh H. Sabeni. Beberapa prinsip yang membawa kesuksesan bagi usahanya antara lain:
Sabeni Bakery menawarkan berbagai jenis produk roti dan kue yang menjadi favorit masyarakat Kalimantan Selatan. Beberapa produk unggulannya antara lain:
Tidak sukses sendiri, H. Sabeni juga aktif berkontribusi terhadap pengembangan masyarakat sekitarnya. Ia sering berbagi ilmu dengan pelaku UMKM lain yang ingin mengembangkan bisnisnya. Selain itu, Sabeni Bakery juga secara rutin memberikan pelatihan pembuatan roti secara gratis bagi pemuda yang belum bekerja.
"Kemampuan yang kita miliki bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri, tetapi juga harus bisa bermanfaat bagi orang lain. Ini pesan yang selalu saya sampaikan kepada anak-anak saya maupun karyawan di Sabeni Bakery," jelas H. Sabeni.
Selain itu, Sabeni Bakery juga aktif dalam kegiatan sosial seperti donasi ke panti asuhan, pembagian takjil selama bulan Ramadan, dan bantuan ketika terjadi bencana alam di Kalimantan Selatan.
Kini, Sabeni Bakery telah dikelola oleh generasi kedua yang meneruskan visi dan misi yang dibangun oleh H. Sabeni. Meskipun demikian, H. Sabeni masih aktif memberikan arahan dan supervisi untuk memastikan bahwa filosofi bisnis yang telah sukses tetap terjaga.
Anak-anak H. Sabeni yang kini mengelola bisnis keluarga ini telah membawanya ke tingkat yang lebih modern dengan inovasi-inovasi baru, namun tetap mempertahankan kualitas dan cita rasa asli yang menjadi ciri khas Sabeni Bakery.
Kisah sukses H. Sabeni dan Sabeni Bakery di Kalimantan Selatan memberikan banyak pelajaran berharga bagi kita semua:
Kisah H. Sabeni dan Sabeni Bakery adalah inspirasi nyata bagaimana seorang pebisnis lokal bisa bangkit dan sukses tanpa harus meninggalkan akar-akarnya. Sabeni Bakery tidak sekadar bisnis yang menguntungkan, tetapi juga menjadi simbol perjuangan dan kegigihan seorang anak bangsa dalam memperjuangkan ekonomi keluarga dan masyarakat di Kalimantan Selatan.