Di tengah perkembangan industri kuliner di Indonesia, kisah sukses H. Ocid dengan Ocid Cafe di Kalimantan Selatan menjadi inspirasi bagi banyak pengusaha daerah. Berawal dari mimpi sederhana dan kerja keras yang tak kenal lelah, H. Ocid berhasil membangun kerajaan kuliner yang tidak hanya menyajikan cita rasa yang lezat tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial dan budaya di wilayah Banjarmasin dan sekitarnya.
H. Ocid yang memiliki nama lengkap Haji Muhammad Ocid lahir di sebuah desa kecil di Kalimantan Selatan. Terlahir dari keluarga sederhana, ia mengenal arti kerja keras sejak usia muda. Ayahnya bekerja sebagai petani kelapa, sementara ibunya mengurus rumah tangga dan kadang-kadang membantu menjual kue traditional di pasar desa.
"Saya belajar bahwa kesuksesan tidak datang begitu saja. Ibu saya selalu mengatakan bahwa makanan yang dimasak dengan cinta akan selalu memiliki tempat khusus di hati orang," kata H. Ocid mengenang masa kecilnya.
Setelah lulus dari sekolah menengah atas, H. Ocid merantau ke Jakarta untuk mencari pengalaman dan peluang baru. Ia bekerja di berbagai restoran dan kedai kopi untuk mempelajari seluk beluk bisnis kuliner. Selama sepuluh tahun di Jakarta, ia tidak hanya mengumpulkan modal tetapi juga mengasah kemampuan manajemen bisnis dan keterampilan kuliner yang akan menjadi fondasi kesuksesannya di kemudian hari.
Tahun 2010, H. Ocid memutuskan untuk kembali ke Kalimantan Selatan dengan membawa pengetahuan dan pengalaman yang ia dapatkan di Jakarta. Modal sebesar Rp150 juta yang ia kumpulkan selama bekerja di Jakarta ia gunakan untuk membuka kedai kopi sederhana di Banjarmasin dengan nama "Ocid Cafe".
Awalnya, Ocid Cafe hanyalah sebuah kedai kopi kecil dengan sepuluh kursi dan menu terbatas. Namun, H. Ocid memiliki visi yang lebih besar. Ia ingin menciptakan tempat di mana orang tidak hanya bisa menikmati kopi dan makanan lezat tetapi juga merasakan kehangatan budaya Kalimantan Selatan.
Salah satu keputusan strategis H. Ocid adalah menggabungkan konsep kedai kopi modern dengan sentuhan budaya lokal. Ia mendekorasi cafesnya dengan anyaman rotan khas Banjar, memainkan musik tradisional daerah sebagai latar belakang, dan menyajikan menu-menu yang mengadaptasi hidangan tradisional Kalimantan.
Kunci pertumbuhan Ocid Cafe terletak pada inovasi menu yang cerdas. H. Ocid tidak hanya menyajikan kopi dan makanan standar yang bisa ditemukan di kedai kopi lainnya. Ia menciptakan menu khas seperti Kopi Saren Banjar, Soto Banjar Coffee-infused, dan Es Pisang Ijo Latte yang menjadi signature dish dari kafenya.
Strategi marketing H. Ocid juga patut diacungi jempol. Meskipun memiliki dana terbatas untuk promosi, ia memaksimalkan media sosial dan word-of-mouth marketing. Ia secara rutin mengunggah foto-foto menarik menu Ocid Cafe dan cerita di balik pembuatannya di berbagai platform media sosial.
Selain itu, H. Ocid aktif mengadakan acara-acara komunitas di Ocid Cafe, seperti lomba membaca puisi, pameran seni lokal, dan pertunjukan musik tradisional. Strategi ini tidak hanya menarik lebih banyak pelanggan tetapi juga membangun reputasi Ocid Cafe sebagai pusat kegiatan budaya di Banjarmasin.
Kesuksesan Ocid Cafe pertama di Banjarmasin membuka jalan untuk ekspansi lebih lanjut. Dalam lima tahun pertama, H. Ocid berhasil membuka tiga cabang lagi di kota-kota besar lainnya di Kalimantan Selatan seperti Martapura, Banjarbaru, dan Barabai.
Kualitas tetap menjadi prioritas utama H. Ocid meskipun bisnisnya terus berkembang. Setiap cabang baru harus mempertahankan standar kualitas yang sama dengan cabang pertama. Seluruh bahan baku kopi diambil langsung dari petani lokal Kalimantan, bukan hanya untuk memastikan kualitas tetapi juga untuk mendukung ekonomi masyarakat sekitar.
Tahun 2018, Ocid Cafe merambah ke luar provinsi Kalimantan Selatan dengan membuka cabang di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Ekspansi ini menandai Ocid Cafe sebagai brand kafe regional yang semakin dikenal di seluruh Pulau Kalimantan.
Sukses tidak pernah membuat H. Ocid lupa akan akarnya. Ia percaya bahwa kesuksesan sejati adalah ketika kita bisa membantu orang lain sukses pula. Melalui Ocid Cafe, ia telah mengimplementasikan berbagai program sosial dan ekonomi bagi masyarakat Kalimantan Selatan.
"Saya tidak ingin Ocid Cafe hanya dikenal sebagai bisnis yang sukses, tapi juga sebagai organisasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat," ujar H. Ocid menjelaskan filosofi bisnisnya.
Kontribusi sosialnya tidak berhenti di situ. Saat pandemi COVID-19 melanda Indonesia, H. Ocid mengubah sementara beberapa gerai Ocid Cafe menjadi dapur umum yang menyediakan makanan gratis bagi tenaga medis dan masyarakat terdampak pandemi. Ia juga menghibahkan sebagian dari keuntungan bisnisnya untuk pembelian alat kesehatan bagi fasilitas kesehatan di Kalimantan Selatan.
Kesuksesan dan kontribusi H. Ocid melalui Ocid Cafe tidak luput dari perhatian. Sejak tahun 2015, Ocid Cafe telah menerima berbagai penghargaan, baik di tingkat daerah maupun nasional:
1. Pengusaha Muda Berprestasi Kalimantan Selatan (2015) – Penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan atas kontribusi H. Ocid dalam pengembangan ekonomi kreatif daerah.
2. Anugerah Kuliner Nusantara (2016) – Kategori Kafe Terbaik dengan Konsep Lokal yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
3. CSR Award Indonesia (2018) – Penghargaan atas program-program tanggung jawab sosial perusahaan yang dijalankan Ocid Cafe.
4. APINDO Entrepreneur Award (2019) – Penghargaan untuk pengusaha kecil dan menengah yang berhasil melebarkan sayapnya keluar daerah asal.
5. Brand Lokal Pilihan Konsumen (2021) – Penghargaan berdasarkan survei konsumen di seluruh Indonesia yang dilakukan oleh lembaga riset independen.
Ketika ditanya tentang rahasia kesuksesannya, H. Ocid selalu menekankan tiga prinsip utama yang ia pegang teguh: kualitas, keaslian, dan kepedulian sosial. Menurutnya, bisnis yang berfokus hanya pada keuntungan finansial tidak akan bertahan lama, namun bisnis yang berorientasi pada nilai dan dampak sosial akan memiliki pondasi yang kuat untuk berkembang secara berkelanjutan.
"Di awal perjalanan, banyak orang meragukan saya. Mereka bertanya mengapa saya tidak sekadar meniru konsep kedai kopi populer dari Jakarta atau luar negeri. Saya percaya bahwa keaslian adalah nilai utama yang membuat kita istimewa," ungkap H. Ocid.
Saat ini, H. Ocid merencanakan ekspansi lebih lanjut dengan membuka waralaba Ocid Cafe ke berbagai kota di Indonesia. Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun resep inti atau standar kualitas yang akan dikompromikan dalam proses ini.
Masa depan Ocid Cafe nampak cerah dengan rencana pengembangan lini produk seperti kopi bubuk premium, bumbu masak instan khas Kalimantan, dan buku resep yang memadukan kuliner tradisional dengan sentuhan modern. Selain itu, H. Ocid juga merencanakan pembangunan "Ocid Cooking School" sebagai pusat pelatihan kuliner untuk generasi muda Kalimantan.
Kisah sukses H. Ocid dan Ocid Cafe adalah bukti nyata bahwa dengan kerja keras, inovasi yang berakar pada budaya lokal, dan kepedulian terhadap masyarakat, bisnis kecil dapat tumbuh menjadi usaha yang sukses dan bermakna. Bagi H. Ocid, perjalanan ini masih jauh dari selesai, dan Ocid Cafe akan terus menjadi wadah untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Kalimantan Selatan ke kancah nasional bahkan internasional.