Pecel, sebuah hidangan khas Jawa yang sarat rempah dan rasa autentik, kini telah menjadi kuliner favorit di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, berkat seorang pengusaha muda bernama Eko Wahyudi. Berawal dari kerinduan akan makanan kampung halaman, Eko berhasil membangun Depot Pecel Eko yang tidak hanya digemari warga Jawa di rantau, tetapi juga masyarakat Banjar dan pelancong yang datang ke kota ini.
Eko Wahyudi lahir di Madiun, Jawa Timur, daerah yang terkenal dengan pecel sebagai makanan khasnya. Ketika menetap di Banjarmasin, ia menyadari bahwa pecel masih sangat jarang ditemukan di sana. Tahun 2013 menjadi titik balik, ketika Eko membuka sebuah warung sederhana di sudut Jalan Ahmad Yani, bermodalkan meja kayu, banner spanduk, dan resep bumbu pecel yang diwariskan dari ibunya. Inovasi Eko dalam mengolah bumbu, menjadikan rasa pecel di depotnya khas dan menggugah selera pelanggan.
Perjalanan Eko tidaklah mudah. Awalnya, ia menghadapi tantangan dalam mengenalkan pecel kepada masyarakat lokal, terutama karena selera lidah Banjar yang berbeda dengan orang Jawa. Dalam seminggu pertama, pelanggan datang hanya dari komunitas perantauan Jawa Tengah dan Timur. Namun, Eko tidak pernah menyerah. Ia melakukan pendekatan persuasif, seperti memberikan tester gratis saat acara pasar pagi dan membagikan kupon diskon untuk pembelian pertama.
Selain itu, Eko harus beradaptasi dengan ketersediaan bahan baku di Kalimantan Selatan, yang tentu berbeda dengan di Jawa. Ia rajin mencari sayur segar dari pasar tradisional dan mengatur komposisi bumbu agar tetap autentik namun bisa diterima masyarakat setempat. Alhasil, perlahan-lahan Depot Pecel Eko mulai menarik perhatian warga Banjarmasin dari berbagai kalangan.
Yang membuat Depot Pecel Eko istimewa adalah:
"Saya ingin orang Banjar mengenal pecel sebagai kuliner yang lezat, sehat, dan ramah di lidah. Depot ini bukan hanya tentang jualan makanan, tetapi menyatukan budaya dan cerita." – Eko Wahyudi
Berkat kegigihan dan inovasi, Depot Pecel Eko kini menjadi salah satu rekomendasi wisata kuliner di Banjarmasin. Setiap pagi depot ini dipenuhi pelanggan, bahkan ada yang mengantre sebelum depot buka. Tahun 2018, Depot Pecel Eko memperoleh penghargaan "Kuliner Nusantara Terbaik" dari Dinas Pariwisata Kota, sebagai salah satu tempat makan yang memperkaya ragam kuliner Banjarmasin.
Depot ini juga menjadi langganan bagi instansi pemerintah maupun swasta untuk acara makan bersama. Bahkan, beberapa selebriti nasional seperti Dedy Mizwar dan Nimaz Dewantary pernah berkunjung dan memberikan testimoni positif. Berkat media sosial, Depot Pecel Eko semakin dikenal luas. Eko rajin membagikan cerita pelanggan, resep, dan suasana depot lewat Instagram dan Facebook, sehingga makin banyak orang tertarik mencoba.
Sukses yang diraih Eko Wahyudi tidak membuatnya lupa berbagi. Sejak tahun 2019, ia aktif dalam gerakan sosial, seperti membagikan paket pecel gratis bagi pekerja jalanan dan mengadakan pelatihan kewirausahaan untuk pemuda lokal. Bahkan, ia membuka program magang bagi mahasiswa yang ingin belajar bisnis makanan.
Eko juga rutin mengadakan "Pecel Gratis Hari Jumat", sebuah tradisi di depotnya untuk menyediakan makanan bagi warga yang membutuhkan. Tradisi ini mendapat sambutan hangat, dan menginspirasi pemilik usaha kuliner lain di Banjarmasin.
Seiring berkembangnya Depot Pecel Eko, Eko Wahyudi melakukan berbagai inovasi. Ia mulai merambah sistem layanan pesan antar (delivery) dengan menggandeng aplikasi lokal dan nasional. Depot Pecel Eko menjadi pionir dalam layanan makanan tradisional yang mudah diakses secara online di Banjarmasin.
Selain itu, Eko juga mengembangkan bisnis franchise Depot Pecel Eko, memberikan kesempatan bagi mitra ingin membuka cabang di kota lain. Saat ini, cabang Depot Pecel Eko telah hadir di Banjarbaru dan Martapura.
Kisah Eko Wahyudi merupakan inspirasi bagi banyak anak muda. Ia membuktikan bahwa usaha makanan tradisional bisa berkembang dan diterima di daerah yang identik dengan budaya berbeda. "Jangan pernah malu memperkenalkan makanan khas daerah sendiri. Justru kekayaan dan keunikan itulah yang menjadi nilai jual,” tutur Eko kepada para mahasiswa saat menjadi pembicara seminar kewirausahaan di Universitas Lambung Mangkurat.
Bagi Eko, membangun usaha bukan semata mencari keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat, mengangkat tradisi, dan menumbuhkan jiwa sosial. Depot Pecel Eko kini menjadi bukti nyata, bahwa kesungguhan, inovasi, dan kepedulian bisa menciptakan kesuksesan yang berkelanjutan.
Kisah sukses Eko Wahyudi dan Depot Pecel Eko di Kota Banjarmasin adalah representasi perjalanan panjang seorang pebisnis kuliner. Dari warung sederhana menjadi depot yang ramai dan dikenal luas, Eko menghadirkan warna baru pada kuliner Banjarmasin dengan semangat dan nilai-nilai luhur. Usaha pecel ini tidak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan lintas budaya, solidaritas, dan inspirasi bagi masyarakat Kalimantan Selatan.
Depot Pecel Eko membuktikan bahwa makanan sederhana bisa menjadi besar apabila dikelola dengan hati, inovasi, dan keberanian menghadapi tantangan. Kisah Eko Wahyudi adalah bukti nyata bahwa mimpi dan ketekunan akan selalu menemukan jalannya menuju kesuksesan.