Perjalanan inspiratif dari dapur rumahan hingga menjadi salah satu bakery terfavorit di Kalimantan Selatan
Since 2010
Anisa Rahmawati memulai perjalanan bisnisnya pada tahun 2010 dari dapur kecil rumahnya di kawasan Landasan Ulin, Banjarbaru. Saat itu, setelah ditinggal suaminya, Anisa harus menghidupi dua anaknya yang masih kecil. Dengan modal yang sangat terbatas dan semangat pantang menyerah, ia memanfaatkan kemampuannya membuat roti yang diperoleh dari pelatihan singkat di dinas koperasi setempat.
"Awalnya hanya membuat roti tawar sederhana untuk dijual ke tetangga dan warung terdekat. Modal pertama hanya dua kantung tepung terigu dan sebungkus ragi," kenang Anisa saat diwawancara di showroom bakery miliknya kini.
Konsistensi rasa dan harga yang terjangkau membuat roti buatan Anisa mulai dikenal. Tak butuh waktu lama, orderan mulai membludak dari mulut ke mulut. Anisa pun merekrut dua tetangganya untuk membantu memproduksi roti dalam jumlah lebih banyak.
Tahun 2013 menjadi titik balik bagi Anisa Bakery. Berawal dari keinginan menciptakan produk yang berbeda dari bakery lainnya, Anisa mencoba bereksperimen menggabungkan bahan lokal Kalimantan dengan resep roti modern. Hasilnya adalah inovasi "Roti Wajik Anisa," perpaduan unik antara roti lembut dengan wajik, makanan tradisional khas Banjar yang terbuat dari ketan dan gula merah.
Produk ini langsung menjadi hits dan menjadi ciri khas Anisa Bakery hingga saat ini. Selain Roti Wajik, seiring waktu berkembang pula produk-produk lain seperti Roti Bakar Tempoyak, Roti Pandan Banjar, dan berbagai varian roti manis dengan topping bahan lokal seperti buah naga, salak, dan kue bugis.
"Kami berusaha memanfaatkan bahan lokal yang melimpah di Kalimantan Selatan. Ini membuat produk kami memiliki cita rasa khas yang tidak bisa ditemukan di bakery lain," jelas Anisa.
Tahun 2015, Anisa menyewa ruko kecil di Jalan Trikora, Banjarbaru untuk mengembangkan usahanya. Dengan penambahan modal dari tabungan dan pinjaman lunak dari bank daerah, ia menginvestasikan peralatan pembuatan roti yang lebih modern. Pada tahun yang sama, Anisa mulai menerima pesanan untuk acara-acara besar seperti pernikahan dan gathering perusahaan.
Popularitas Anisa Bakery semakin meningkat setelah produknya direview oleh beberapa food blogger terkenal di Kalimantan Selatan. Ulasan positif ini membuka peluang kerjasama dengan hotel-hotel berbintang di Banjarmasin yang menjadi stok roti Anisa Bakery untuk sarapan tamu mereka.
Salah satu nilai yang Anisa pegang teguh adalah kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Dari 30 karyawan yang bekerja di Anisa Bakery, 85% di antaranya adalah warga lokal Banjarbaru. Anisa sengaja memberdayakan ibu-ibu rumah tangga yang ingin memiliki penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan kewajiban utamanya di rumah.
"Saya paham betul bagaimana sulitnya mencari penghasilan tambahan bagi ibu rumah tangga. Karenanya, saya memberi mereka kesempatan untuk bekerja dengan jam yang fleksibel," ungkap Anisa.
Anisa juga aktif dalam program pelatihan pembuatan roti gratis bagi pemuda putus sekolah. Setiap bulan, sepuluh orang muda mendapat pelatihan langsung di Anisa Bakery, dengan harapan mereka dapat membuka usaha kecil di lingkungan masing-masing. Hingga kini, sudah lebih dari 200 alumni pelatihan yang berhasil membuka usaha bakery di berbagai titik di Kalimantan Selatan.
Tahun 2020 menjadi tahun penuh tantangan bagi seluruh pelaku bisnis, termasuk Anisa Bakery. Pandemi COVID-19 membuat penjualan anjlok hingga 70% dan toko harus ditutup sementara akibat pembatasan sosial.
"Dua bulan pertama sangat berat. Kami hampir kehabisan stok dan terpaksa merumahkan sebagian karyawan," cerita Anisa. "Namun saya terus berpikir untuk mencari solusi."
Solusi itu datang dengan transformasi digital. Anisa Bakery mulai fokus pada penjualan online melalui media sosial dan aplikasi pesan antar. Mereka juga mengembangkan paket sembako yang dijual dengan harga lebih terjangkau. Strategi ini tidak hanya menyelamatkan bisnis mereka, tetapi juga membantu masyarakat sekitar yang terdampak ekonomi.
"Tantangan bukan untuk dilewati, tapi untuk dihadapi. Saat pandemi, kami belajar mengubah strategi secara cepat dan memanfaatkan teknologi yang kurang dimanfaatkan sebelumnya."
- Anisa Rahmawati
Kesuksesan Anisa Bakery mulai mendapat pengakuan dari berbagai pihak. Pada tahun 2021, Anisa menerima penghargaan "Wirausaha Wanita Inspiratif Kalimantan Selatan" dari Gubernur. Tahun berikutnya, Anisa Bakery dinobatkan sebagai salah satu dari "15 UMKM Terbaik se-Kalsel" oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Selatan.
Penghargaan ini membuka lebih banyak peluang kerjasama, termasuk kemitraan dengan beberapa minimarket lokal dan proyek ekspor ke negara tetangga. Anisa Bakery juga menjadi rujukan bagi pelaku bisnis kuliner yang ingin belajar tentang manajemen UMKM yang sukses.
Anisa Bakery terus berinovasi untuk memenuhi permintaan pasar yang berkembang. Sejak 2022, mereka memperkenalkan lini produk roti sehat yang menggunakan bahan organik dan tanpa pengawet buatan. Produk ini ditujukan bagi pelanggan yang semakin sadar akan kesehatan.
Berbagai varian baru seperti roti biji-bijian, roti tanpa gula, dan roti vegan pun ditawarkan. Anisa menerapkan sistem "zero waste" dengan memanfaatkan sisa produksi sebagai bahan baku untuk membuat pakan ternak dan kompos, mencerminkan komitmennya pada keberlanjutan lingkungan.
Kini, setelah lebih dari satu dekade berdiri, Anisa Bakery telah menjadi salah satu bisnis kuliner paling sukses di Kalimantan Selatan. Anisa kini dibantu oleh kedua anaknya, Sarah dan Rizky, yang mengambil alih bagian manajemen dan pengembangan bisnis.
"Kami berencana untuk membuka pusat pelatihan baking yang lebih lengkap pada tahun 2024," ungkap Sarah, anak tertua Anisa yang baru saja lulus kuliah manajemen bisnis. "Kami ingin berbagi ilmu dan pengalaman kami kepada lebih banyak orang."
Rencana besar lainnya adalah mengembangkan sistem franchise Anisa Bakery. Dengan target pembukaan 15 cabang baru dalam lima tahun ke depan, Anisa Bakery berencana tidak hanya ekspansi di Kalimantan, tetapi juga ke kota-kota besar di Pulau Jawa.
"Kesuksesan bukan hanya tentang uang, tetapi tentang dampak positif yang bisa kita berikan kepada orang lain. Saat kita berbisnis dengan hati, memberdayakan masyarakat sekitar, dan tidak pernah berhenti belajar, maka kesuksesan akan mengikuti. Jangan pernah takut memulai dari kecil, karena dari usaha kecil yang konsisten, lahirlah bisnis besar."
- Anisa Rahmawati, Pendiri Anisa Bakery